165. Wasiat Allah Kepada Nabi Daud

وأوحى الله إلى داود عليه السلام: (يا داود) بشر المذنبين وأنذر الصديقين. فقال: وكيف أبشر المنذرين وأنذر الصديقين؟ فقال: بشر المذنبين أنه لا يتعاظمني ذنب أن أغفره، وأنذر الصديقين أن لا يعجبوا بأعمالهم فإني لا أضع عدلي ولا حسابي على أحد إلا هلك. (يا داود) كتبت الرحمة على نفسي وقضيت المغفرة على من استغفرني. أغفر الذنوب جميعها صغيرها وكبيرها ولا يكبر ذلك علي ولا يتعاظمني فلا تلقوا بأيديكم إلى التهلكة ولا تقنطوا من رحمتي فإن رحمتي وسعت كل شيء ورحمتي سبقت غضبي، وخزائن السماوات والأرض بيدي والخير كله بيدي. ولم أخلق شيئاً مما خلقت لحاجة كانت مني إليه؛ ولكن لتعلم قدرتي، ويعلم الناظرون في حكم تدبيري وصنعي. (يا داود) اسمع مني والحق أقول: من لقيني من عبادي وهو يخاف عذابي لم أعذبه بناري (يا داود) اسمع مني والحق أقول: من لقيني من عبادي وهو مستح من معاصيه أنسيت حفظته ذنبه ولن أساله عنه(يا داود) اسمع مني والحق أقول: لو أن عبداً من عبادي عمل حشو الدنيا ذنوباً وهو مصر عليها ثم ندم واستغفرني مرة واحدة وعلمت من قلبه أنه لا يريد أن يعود إليها أبداً ألقيتها عنه أسرع من هبوط الطائر من السماء إلى الأرض، قال داود إلهي لك الحمد من أجل ذلك لا ينبغي لمن يعرفك أن يقطع رجاءه عنك.

Allah memberi wahyu kepada Nabi Dawud as.:
“Hai Dawud, gembirakanlah orang-orang yang berdosa dan berilah ancaman orang-orang yang tulus (shiddiqin).”

Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku membei ancaman pada orang-orang jujur dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat dosa?” Tanya Dawud.

“Bahagiakanlah orang-orang yang berbuat dosa, karena bagaimanapun besarnya dosa itu, Aku pun akan mengampuninya. Dan ancamlah orang-orang yang jujur, karena dalam kejujuran itu, mereka telah congkak dengan amal-amal mereka. Dan Aku tidak akan pernah menodai keadilan-Ku dan hisab-Ku, kecuali mereka sendiri yang merusakkannya.”

“Hai Dawud, Aku telah memastikan rahmat atas diri-Ku dan Akulah yang memberi ampun kepada siapa pun yang mohon ampun kepada-Ku, baik dosa besar atau kecil karena tak ada nilai dosa yang terbesar di hadapan-Ku. Janganlah kau binasakan dirimu dan putus asa dari rahmat-Ku dalam segala hal karena rahmat-Ku senantiasa mendahului murka-Ku.”

“Perbendaharaan langit, bumi dan seluruh kebaikan ada dalam kekuasaan-Ku.”
“Aku tak akan menciptakan sesuatu karena kebutuhan-Ku, tetapi agar engkau dapat mengetahui kekuasaan-Ku dan bagi orang-orang yang berakal agar mampu mengetahui hukum pengaturan-Ku”

“Hai Dawud, dengarkan suatu kebenaran yang akan Kukatakan padamu. Barangsiapa di antara hamba-Ku yang takut akan siksa-Ku, maka Aku tak menyiksanya dengan neraka-Ku.”

“Dan barangsiapa di antara hamba-Ku yang merasa malu dengan kemaksiatannya, maka Aku pun akan melupakan dan tak meminta pertanggungjawaban atas dosa itu.”

“Hai Dawud, dengarkanlah sesuatu dari-Ku. Andaikata ada di antara hamba-Ku yang senantiasa tenggelam dalam dosa hingga dosanya memenuhi dunia, lalu ia menyesal dan mohon ampun pada-Ku, dan Aku telah mengetahui bahwa di dalam hatinya tidak ada niat untuk mengulanginya, maka Aku akan membuang dosa itu secepatnya, bahkan lebih cepat daripada melesatnya burung dari langit ke bumi.”

Lali dawud berdoa:
إِلَهِيْ لَكَ الْحَمْدُ مِنْ أَجْلِ ذَالِكَ لَا يَنْبَغِيْ لِمَنْ يَعْرِفُكَ أَنْ يَقْطَعَ رَجَاءَهُ عَنْكَ.
“Wahai Tuhanku, untuk-Mu segala puja dan puji dari sebab itu. Tidak sepatutnya orang yang mengenal-Mu memutuskan harapannya dari-Mu.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

125. Mendoakan Orang Bersin

19. Shalat Sebagai Wirid